Perkembangan gaya hidup aktif dan meningkatnya minat masyarakat terhadap berbagai cabang olahraga membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri olahraga nasional. Melihat potensi tersebut, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) terus mendorong penguatan daya saing industri alat olahraga dalam negeri, termasuk melalui peningkatan produktivitas, kualitas, teknologi, standardisasi, desain, digitalisasi, hingga kemampuan industri nasional untuk memperluas pasar ekspor.

Dukungan terhadap pengembangan ekosistem tersebut sejalan dengan kehadiran Indonesia Sport Facility Expo (ISFEX) 2026, yang akan diselenggarakan pada 5–8 November 2026 di Hall 7 & 8, ICE BSD City. Pameran ini diharapkan menjadi salah satu platform yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem olahraga, mulai dari pelaku industri, brand, distributor, komunitas, asosiasi, pemerintah, hingga konsumen.

Dalam wawancara ISFEX bersama Ibu Renny Meilany selaku Direktur Industri Aneka Kementerian Perindustrian memandang industri olahraga sebagai sektor yang memiliki prospek positif seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat. Olahraga kini tidak hanya dipandang sebagai aktivitas untuk menjaga kesehatan atau kegiatan kompetisi, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup.

Pertumbuhan berbagai aktivitas olahraga, mulai dari sepak bola, badminton, tenis, dan basket hingga padel, running, cycling, dan fitness, turut menciptakan kebutuhan terhadap beragam produk pendukung. Permintaan tersebut mencakup peralatan olahraga, perlengkapan latihan, apparel, produk pendukung fitness, hingga berbagai produk lifestyle yang berkaitan dengan aktivitas olahraga.

Dari perspektif industri, perkembangan tersebut membuka peluang bagi berbagai skala usaha. Indonesia memiliki basis industri yang beragam, mulai dari industri besar yang telah terhubung dengan rantai pasok global hingga Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta brand lokal yang terus mengembangkan produk dengan karakteristik dan desain yang semakin beragam.

Pengembangan industri olahraga nasional tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Kementerian Perindustrian juga mendorong agar industri alat olahraga Indonesia mampu meningkatkan daya saing dan menjadi bagian dari rantai pasok global.

Upaya tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari peningkatan produktivitas dan penguasaan teknologi, kualitas produk, standardisasi dan sertifikasi, pengembangan desain serta inovasi, penggunaan bahan baku dalam negeri, hingga pemanfaatan digitalisasi dalam pengembangan bisnis dan pemasaran.

Bagi IKM dan brand lokal, peluang pertumbuhan juga semakin terbuka melalui berkembangnya komunitas olahraga. Kementerian Perindustrian melihat komunitas sebagai salah satu market creator yang memiliki peran penting dalam menciptakan kebutuhan terhadap produk dan perlengkapan olahraga.

Ketika sebuah komunitas olahraga berkembang, kebutuhan terhadap berbagai produk pendukung juga turut meningkat. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi IKM dan brand lokal untuk membaca kebutuhan pasar secara lebih spesifik, menghadirkan inovasi, serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen dan komunitas.

Dalam konteks pengembangan industri, pameran memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menjadi tempat memamerkan produk. Kemenperin memandang pameran seperti ISFEX sebagai platform strategis untuk mempertemukan berbagai stakeholder dalam satu ekosistem, termasuk produsen, brand, distributor, komunitas, atlet, pemerintah, dan konsumen.

Bagi pelaku industri dan brand lokal, kehadiran dalam pameran membuka kesempatan untuk memperkenalkan inovasi, menguji pasar, memperoleh umpan balik langsung dari konsumen, menemukan calon buyer, mencari mitra bisnis, serta memperluas jejaring.

Sementara itu, bagi pemerintah, pertemuan berbagai elemen industri dalam satu platform juga dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan pasar, tren konsumen, inovasi produk, serta berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh industri olahraga nasional.

Salah satu arah penting yang diharapkan dari penyelenggaraan pameran seperti ISFEX adalah terciptanya kesinambungan peluang setelah kegiatan berakhir. Pameran tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung yang hadir, tetapi juga dari peluang bisnis, transaksi, kemitraan, investasi, dan kolaborasi yang dapat tercipta.

Melalui pertemuan antara berbagai stakeholder, peluang dapat berkembang dalam bentuk business matching, kerja sama antara brand dan distributor, kemitraan dengan komunitas, hingga hubungan antara IKM dengan industri yang lebih besar. Pendekatan tersebut memperkuat posisi ISFEX sebagai business platform yang dapat memberikan nilai jangka panjang bagi perkembangan industri olahraga.

Kementerian Perindustrian menyambut baik kehadiran pameran seperti ISFEX sebagai bagian dari ekosistem pengembangan industri olahraga nasional. Momentum ini juga diharapkan dapat semakin memperkenalkan potensi produk alat olahraga buatan Indonesia, baik untuk memperkuat pasar domestik maupun meningkatkan kemampuan bersaing di pasar global.

Melalui ISFEX 2026, berbagai pelaku dalam ekosistem olahraga diharapkan dapat bertemu dalam satu platform untuk membangun koneksi, memperkenalkan inovasi, memperluas pasar, dan menciptakan kolaborasi baru.

Dengan dukungan pemerintah serta keterlibatan aktif pelaku industri, IKM, brand lokal, komunitas, dan berbagai stakeholder lainnya, ISFEX 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat ekosistem industri olahraga Indonesia yang lebih inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Simak interview lengkap bersama Ibu Renny Meilany selaku Direktur Industri Aneka Kementerian Perindustrian yang dapat diakses pada :

Kunjungi sosial media instagram kami di @isfexindonesia untuk informasi terbaru seputar pameran ISFEX 2026.